Cara Mengatasi Diare yang Efektif Tanpa Menggunakan Obat
Kesehatan

Cara Mengatasi Diare yang Efektif Tanpa Menggunakan Obat

Mencegah selalu jauh lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Oleh sebab itu, cara mengatasi diare melalui pencegahan tertentu penting diketahui karena resiko untuk terkena tidak pandang usia dari mulai bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Selain pencegahan, penyebab dari diare pun perlu diwaspadai terlebih lagi saat kondisi imun seseorang sedang lemah karena akan lebih rentan terkena.

Apa Saja Penyebab Diare?

  • Infeksi virus dan bakteri

Jenis virus yang dapat menyebabkan diare adalah Norwalk dan Rotavirus. Biasanya, penyebaran terjadi melalui peralatan makan yang tidak bersih, dan penularan lewat orang yang sedang mengalami diare. Sedangkan bakteri penyebab diare yaitu E. Coli, Salmonella, dan Shigella. Makanan yang tidak diolah dengan bersih dapat menjadi media penyebaran bakteri.

  • Keracunan makanan

Ketika keracunan akibat mengonsumsi makanan kadaluwarsa atau makanan yang terkontaminasi E. Coli atau Salmonella, maka salah satu efeknya adalah diare. Dengan kata lain, diare dapat dialami orang yang keracunan sebagai gejala. Sebenarnya, diare merupakan respons alamiah tubuh yang mengeluarkan racun melalui feses. Walaupun terlihat wajar, namun tetap harus waspada terhadap perkembangannya.

  • Alergi makanan

Jangan menyepelekan makanan yang dikonsumsi karena tidak semua jenis dapat diterima oleh tubuh sehingga menyebabkan alergi. Seseorang yang menderita alergi akan mengalami beberapa gejala, salah satunya adalah diare. Biasanya, diare juga akan dibersamai dengan rasa mual, muntah, dan pusing. Hal tersebut disebabkan oleh penolakan tubuh untuk mencerna makanan yang masuk.

Pencegahan untuk Menghindari Diare

  • Rajin cuci tangan

Langkah utama untuk mencegah diare adalah dengan rajin mencuci tangan karena tangan merupakan media penyebaran kuman. Prosedur mencuci tangan juga harus diterapkan dengan baik seperti menggunakan air mengalir, menggunakan sabun, dan durasinya 20 detik. Waktu-waktu yang dianjurkan yaitu sebelum makan, sebelum dan setelah beraktifitas, setelah dari kamar kecil, dan sebelum memasak.

  • Mengonsumsi makanan yang matang

Hati-hati saat membeli atau pun mengolah makanan sendiri karena boleh jadi makanan tersebut belum sepenuhnya matang. Padahal makanan yang masih sedikit mentah atau setengah matang dapat memicu diare karena kuman yang menyebabkannya kemungkinan belum mati. Pun apabila memasak air, tunggulah sampai benar-benar mendidih 1000 C. Saat mengonsumsi buah-buahan harus dicuci menggunakan air mengalir terlebih dahulu.

  • Pastikan kebersihan dari air yang biasa digunakan

Hal lain yang penting adalah memperhatikan kebersihan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ciri-ciri air yang bersih dan aman antara lain tidak mengeluarkan bau menyengat, memiliki warna yang jernih, tidak menyisakan endapan, dan tidak tercampuri bahan asing. Selain itu, tempat untuk menyimpan air juga harus tertutup dan dibersihkan secara rutin.

Penyebab diare seringkali tidak dapat dihindari, namun setidaknya dengan menjalankan kebiasaan hidup yang sehat akan menurunkan resiko terkena diare. Selain itu, peningkatan daya tahan tubuh juga diperlukan agar tidak mudah terserang kuman. Caranya yakni dengan berolahraga secara teratur, memiliki waktu istirahat yang cukup, menghindari rokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.